Asuransi Jiwa Prudential

Lengkapi Kebutuhan Asuransi Jiwa Anda Bersama Prudential www.blogasuransiprudential.blogspot.com

Asuransi Pendidikan Prudential

Lengkapi Kebutuhan Asuransi Pendidikan Anak Anda Bersama Prudential www.blogasuransiprudential.blogspot.com

Asuransi Dana Pensiun Prudential

Lengkapi Kebutuhan Asurnasi Dana Pensiun Anda Bersama Prudential www.blogasuransiprudential.blogspot.com

Rabu, 26 Februari 2014

Apakah Asuransi Prudential Syariah Halal

Apakah Prudential Syariah Hukumnya Halal, Jika Penyedia Jasanya Dari Orang Non Muslim? untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan simak beberapa pendapat dari kami tentang hukum Prudential Syariah berikut ini.


Beberapa Ketentuan Hukum Islam Tentang Prudential Syariah


1. Untuk produk berlabelkan syariah, Sedangkan kita mengetahui adanya  pihak yang bertanggung jawab secara syariah, maka insyaAllah hukumnya halal.

2. Bahwa perusahaan-perusahaan tersebut adalah perusahaan asing, milik non-Muslim, milik Yahudi misalnya, maka hal itu sama sekali tidak memengarui hukum sebuah bisnis. Tentu jika rukun dan syaratnya sudah terpenuhi secara baik. Dan jika Dewan Syariah Nasional sudah memberikan izin, insyaAllah halal.

3. Untuk Prudential Syariah, saya yakin perusahaan sebesar ini tidak akan berani mencantumkan label syariah jika mereka tidak mendapat izin dari pihak berwenang yang menangani bisnis syariah, yaitu Dewan Syariah Nasional. Artinya siapa pun personnya jika Dewan Syariah Nasional menjadi bagian di dalamnya. Maka, insyaAllah hokum bisnisnya halal.

Demikian sedikit pembahasan kami mengenai hukum Islam Prudential Syariah, semoga bermanfaat.

Selasa, 18 Februari 2014

Alasan Claim Tidak Dibayar

Sebelum menjadi agent asuransi, saya adalah seorang nasabah Prudential. Jadi saya mengerti posisi sebagai nasabah.

Sebagai informasi saja, ada beberapa hal mendasar kenapa Prudential tidak membayarkan claim nasabah:

1. Grace Period (Masa Tunggu)

Selain manfaat meninggal (kematian / death benefit) dan manfaat rumah sakit yang diakibatkan karena kecelakaan, ada yang namanya masa tunggu. Untuk rumah sakit adalah 30 hari dan penyakit kritis adalah 90 hari setelah tanggal penerbitan polis. Jadi jika polis seorang nasabah terbit tanggal 1 Januari 2011 dan dia masuk rumah sakit karena DBD pada tanggal 15 Januari 2011, maka nasabah belum bisa claim manfaat rumah sakit. Tapi jika masuk rumah sakit karena kecelakaan ya bisa claim.
Manfaat rumah sakit sendiri ada 2, yang reuimberse (Pru-med) dan sistem kartu/platform (Pru-HS). Rumah sakitnya harus rumah sakit bukan klinik. Untuk sakit biasa minimal rawat inap 2×24 jam dan karena kecelakaan minimal 1×24 jam. Detail tentang ini ada di polis. Setiap nasabah alangkah bijak untuk membacanya. Selain juga sebagai agent kami tentu harus menjelaskan tentang detailnya. Di Pru-HS sendiri ada beberapa penyakit yang ada daftar tunggunya. Kesimpulannya, selama daftar tunggu karena beberapa kondisi, perusahaan tidak akan membayarkan claim nasabah.

2. Polis Lapse (Batal)

Saat polis lapse maka nasabah dalam kondisi tidak terlindungi. Lapse terjadi dikarenakan nasabah tidak membayarkan kewajibannya dalam membayar premi. Ini terjadi setelah 45 hari setelah tanggal jatuh tempo pembayaran polis. Di sini lah pentingnya membayarkan premi tepat waktu. Malah saya sarankan untuk auto debet. Agar polis kembali inforce (aktif) dan nasabah kembali terproteksi, nasabah harus mengajukan pemulihan disertai memenuhi kewajibannya terlebih dahulu. Selama masa pemulihan, ada masa tunggu kembali seperti di point 1 di mana nasabah dalam kondisi tidak terlindungi.

3. Pre Existing Condition (Kondisi yang Sudah Ada)

Dalam menerbitkan polis seseorang, Prudential menganut prinsip utmost good faith (itikad baik). Apapun pengakuan calon nasabah kita anggap itu adalah kenyatannya. Seperti apakah dia merokok atau tidak, dia pernah menderita penyakit tertentu sebelumnya dan riwayat kesehatan lainnya. Memang, ada beberapa calon nasabah yang harus medical check-up. Tapi tidak semua melalui proses ini. Misal saja, seseorang yang telah memeiliki riwayat kanker sebelumnya dan menyembunyikan fakta ini lalu di 3 bulan kemudian dia claim untuk kanker, kemungkinan besar Prudential tidak akan membayarkan claim ini.

Sabtu, 15 Februari 2014

Konsep Asuransi Kesehatan


Blog Asuransi Prudential merupakan wadah para nasabah prudential untuk mendapatkan pencerahan mengenai benefit asuransi yang dimilikinya, pada dasarnya peran penting agen asuransi yang menjadi paling utama agar dalam menjelaskan manfaat yang dimiliki oleh nasabah akan tepat guna.

Benefit atau manfaat dari polis asuransi kesehatan adalah memberikan pengalihan resiko yang akan terjadi pada setiap individu, dengan kita berasuransi tentu saja kita sudah bisa meminimalisir kerugian ekonomi dan mengalihkan resiko ekonomi yang akan menimpa kita.

Pada kasus dibawah ini kami berikan contoh betapa pentingnya Asuransi Kesehatan dengan Konsep Meminimalisir Kerugian Ekonomi seseorang ;

Misalkan Ibu Ani ( bukan nama sebenarnya ) memiliki asuransi kesehatan dengan Type Plan C dengan rincian manfaat :

Budget Kamar Rp. 500.000,- / Hari
Obat - Obatan Rp. 9.800.000,- / Penyakit
Operasi Sedang Rp. 25.950.000,- / Tindakan

Pada suatu ketika Ibu Ani mengalami sakit dibagian perut dan setelah diperiksa oleh dokter di diagnosa terkena Afendik Akut ( Usus Buntu ) dan segera harus secepatnya di operasi. Untungnya Ibu Ani memiliki asuransi kesehatan dan Ibu Ani segera di rawat untuk menunggu waktu operasi nya tiba, dalam proses administrasi Ibu Ani memilih kamar kelas 1 yang harga perharinya Rp. 800.000,- / Hari nya dan setelah menjalani rawat inap dan operasi membutuhkan waktu selama 5 hari di rumah sakit.

Dan setelah diketahui bahwasanya untuk tindakan operasi usus buntu memakan biaya sebesar Rp. 30.000.000,- dan total obat-obatannya sebesar Rp. 10.000.000,- Jadi kesimpulan nya biaya rumah sakitnya  adalah ;

1. Biaya Operasi Rp. 30.000.000,-
2. Biaya Rawat Inap Rp. 800.000,- X 5 Hari = Rp. 4.000.000,-
3. Biaya Obat - obatan Rp. 10.000.000,-

Total Biaya Rumah Sakit Rp. 44.000.000,-

Berhubung Ibu Ani memiliki asuransi kesehatan Type C maka Ibu Ani hanya membayar biaya selisihnya saja dari budget yang telah ditentukan di asuransi kesehatan Type C yaitu ;

1. Biaya Operasi Rp. 30.000.000,- Dicover Rp. 25.950.000,- Selisih Rp. 4.050.000,-
2. Biaya Rawat Inap Rp. 800.000,- X 5 Hari = Rp. 4.000.000,- Dicover Rp. 2.500.000,- Selisih Rp. 1.500.000,-
3. Biaya Obat - obatan Rp. 10.000.000,- Dicover Rp. 9.800.000,- Selisih Rp. 200.000,-

Total Selisih Biaya yang harus dibayar Ibu Ani adalah Rp. 4.050.000 + Rp. 1.500.000,- + Rp. 200.000,- = Rp. 5.750.000,- Terbilang : Lima Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah

Jadi disinilah konsep Meminimalisir Kerugian Ekonomi yang dimaksud, apabila resiko itu terjadi Ibu Ani tidak perlu membayar sesuai tagihan biaya rumah sakit dikarena kan Ibu Ani memiliki asuransi kesehatan dan pihak asuransi membayarkan budget manfaat yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak pada saat pengajuan asuransi kesehatannya Ibu Ani


Pada kasus dibawah ini kami berikan contoh betapa pentingnya Asuransi Kesehatan dengan Konsep Mengalihkan Kerugian Ekonomi seseorang ;


Dari kedua konsep diatas tentunya Konsep Mengalihkan Kerugian Ekonomi seseorang yang paling baik agar apabila terjadi resiko kita tidak mengeluarkan uang sedikit pun

Tips memiliki asuransi kesehatan yang baik adalah tentukan dahulu apabila resiko tersebut menimpa diri kita kita sudah harus bisa memprediksi berapa biaya obat - obatan yang dibutuhkan sampai sembuh, ingin dikelas berapa kita apabila harus menjalani rawat inap dan berapa biaya yang dibutuhkan apabila kita harus menjalani operasi dari ketiga hal tersebut dijadikan dasar untuk memiliki asuransi kesehatan dan dari dasar tersebutlah baru kita menghitung budget premi yang harus dibayarkan setiap bulannya