Sabtu, 29 Maret 2014

Asuransi Jiwa



Tujuan utama Asauransi Jiwa adalah menyediakan proteksi terhadap resiko kerugian ekonomi yang disebabkan kematian dini. Namun, asuransi jiwa juga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan seseorang atau keluarga.

Tentunya problem pada asuransi jiwa yaitu dalam menentukan Uang Pertanggungan yang ideal pada sebuah polis asuransi jiwa. Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah yang dibutuhkan untuk membiayai tanggungan seseorang yang telah ditinggalkan oleh si pencari nafkah utama, yaitu Multiple Approach, Needs Approach, Capital Needs Approach.


  • Multiple Approach
Dengan perhitungan seperti ini adalah cara yang paling sederhana tetapi pendekatan yang kurang akurat. Penghasilan kotor tahunan nasabah saat ini diasumsikan akan terus didapat oleh penerima manfaat / ahli waris sampai usia pensiun yang diharapkan.

Sebagai Illustrasi Seorang Nasabah Bapak X memiliki penghasilan 180 Jt pertahun atau 15 Jt perbulan. Ia mengaharapakan pensiun sekitar 20 tahun lagi. Dengan tingkat investasi masa depan sebesar 5% pertahunnya, jumlah uang pertanggungan yang akan dijadikan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan adalah sebagai berikut ;

Penghasilan kotor pertahun = 180 Jt pertahun
Tingkat Investasi = 5% per tahun
Waktu mendekati Pensiun = 20 Tahun lagi

Jumlah Perlindungan Uang Pertanggungan keluarga yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 2.355.360.000,- ( 2,3 Milyar )


  • Needs Approach


  • Capital Needs Approach

1 komentar:

Posting Komentar